Iklan ADS

Sunday, January 28, 2018

Andre Barros

Rasa Yang Tak Sempat Terucap

Oleh Fandi

Sabtu 21 april 2018, hari yang dinanti-nantikan selama kurang lebih hampir empat tahun, hari ini adalah salah satu hari yang penuh berbagai macam perasaan, mulai dari rasa yang paling terbaik hingga rasa paling buruk didunia semuannya aku rasakan pada hari ini.

Orang tuaku tidak bisa mendampingi wisuda ku karena faktor biaya, tentu hal ini juga mengisahkan satu kesedihan tersendiri bagiku, selain kesedihan harus berpisah dengan seribu satu rasa yang tidak sempat ku ungkapkan.





Aku merasa seperti di adili oleh seluruh dunia tanpa diketahui kesalahan apa yang telah kuperbuat, air mataku sesekali jatuh dengan tidak sadar, orang-orang disekelilingku begitu bahagia pada hari ini, tapi kenapa aku seburuk ini. Ku lihat kau duduk di arah kiriku dengan begitu manis ditemani ayahmu, kau terlihat sangat bahagia, sedangkan aku harus menahan sakit dari beribu-ribu penyebab yang datang salah satunya kamu, seseorang yang bermasalah dalam hidupku selama 4 tahun berada disini.

Aku mencoba iklas dengan membiarkan semua yang kurasakan terjadi dan mengalir seperti air, ku coba untuk menikmati rasa sakitku dengan membiarkan air mataku mengalir bebas tanpa ada beban apapun.

Saat usai acara wisuda aku mmemilih untuk tetap berada dalam ruangan. Aku kembali merenungi kerja kerasku selama 4 tahun untuk melewati hari-hari yang sukar bagiku, kemudian Ku hapus air mata hingga benar-benar kering, kutarik nafas dalam-dalam lalu kuhembuskan perlahan sambil berjalan keluar, disana terlihat kau sedang mengabadikan momen ini bersama keluarga, teman-teman, dan yang tidak ingin aku lihat dan aku sebutkan, yaitu dia yang telah mmbuatmu nyaman selama ini.

Kau sepertinya sudah melihatku dari jauh, dengan gayamu yang belum berubah, masih seperti dulu, kau beteriak dari kejauhan dan menuju ke arahku sambil berkata, “ dari tadi kemana? Aku cari kamu untuk foto bersama’’, sambil kita berpelukan, saat itu kulihat kau haya diam dan tenang seolah mengerti apa yang kurasakan. Jujur dari hatiku yang paling dalam, saat itu aku tidak ingin melepaskanmu dalam pelukan itu, air mataku kembali mengalir lebih deras hingga bahumu basah, jantungku berdetak tak beraturan, darahku berhenti mengalir seketika 

Tiba-tiba aku dengar satu suara sangat lembut berbisik diteligaku. Kenapa nangis? Aku hanya bisa diam dan membisu tanpa satu katapun ku ucapkan pada saat itu, kau juga terlihat sangat sedih ketika membisikan pertanyaan singkatmu di telingaku, karena terlepas dari aku dan perasaanku yang diam-diam mencintaimu, kita adalah sahabat yang selama ini selalu berbagi.
 


Mungkin ini adalah saat          
terakhir aku memelukmu, besok aku sudah tidak ada lagi, selamat tinggal semoga kau baik-baik saja entah dimana nantinya, barang-barangku sudah dikemas seminggu yang lalu, aku ingin menghabiskan waktuku sebulan disana untuk berbagi dengan keluargaku, setelah itu mungkin aku akan pergi lebih jauh lagi, lamaranku sudah diterima oleh salah satu perushaan swasta di Sumatra sebulan sebelum wisuda, mungkin ini saatnya untuk menjauh dari keluarga, teman-teman, juga kamu seseorang yang begitu istimewa dalam hidupku.

Entah nanti kita akan bertemu lagi atau tidak, aku tidak pernah tahu tentang besok, yang aku tahu hanya menjalani hari ini dengan penuh makna.

Andre Barros

About Andre Barros -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :