Iklan ADS

Tuesday, January 23, 2018

Andre Barros

Bagaimanakah “Cantik” Menurut Mu ?


Mihaela Noroc  "The Atlas Of Beauty."
      Cantik” sesungguhnya tidak bisa diukur dari sudut manapun, “cantik” adalah kosep seseorang kepada orang lain sesuai standar yang diinginkan, “cantik” tidak memiliki satupun standar alat ukur yang pasti untuk mengukur sebuah kecantikan. Lalu apa sebenarnya “cantik” itu? Sehingga banyak di kalangan wanita yang sealu sibuk untuk tetap terlihat “cantik” oleh publik. Kata “cantik” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) lebih mengarah kepada kata sifat yang ditujukan kepada bentuk fisik seorang perempuan. Yakni tentang bentuk dan rupah, wajah seorang perempuan yang indah untuk dilihat dengan mata.

            Defenisi ini tampaknya membuat ketidak puasan diberbagai kalangan,terutama kalangan remaja khususnya kaum hawa yang sedang dalam proses mencari jati diri, dikutip dari Jakarta, KOMPAS.com pada mei 2017 Lembaga riset pemasaran Sigma Research melakukan sebuah riset dengan melibatkan 1200 responden, rata-rata dari responden mendefenisikan “cantik” dengan melihat pada tampilan fisik. Riset dilakukan dengan menggunakan tiga kategori penilaian untuk defenisi kecantikan yakni, Beauty “ Penilaian yang tertuju pada fisik”, Brain penilaian yang berdasarkan pada kemampuan intelektual”, dan Behaviour Beauty, defenisi kecantikan berdasarkan pada perilaku.

       Hasil riset menunjukan bahwa lebih dari 40% mendefenisikan “cantik” berdasarkan fisik, 14, 8% mendefenisikan “cantik” berdasarkan kepribadian, sedangkan berdasarkan perilaku hanya 9,5%, kemudian kemampuan intelektual mendapatkan poin 6,1% untuk defenisi kecantikan. Sementara itu dilansir dari CNN Indonesia tentang seorang akademisi asal Inggris, Doktor Chris Solomon dari University of Kent memutuskan untuk memecahkan apa arti sesungguhnya dari “keindahan yang ideal”. Ia ingin membuat sebuah panduan visual tentang laki-laki tertampan dan perempuan tercantik di dunia. Sayangynya Hasil penelitian Chris hanya cocok untuk mendefenisikan “cantik” menurut orang Inggris pada umumnya.

            Chris Merancang 100 foto dengan wajah yang berbeda kemudian meminta responden untuk menilai foto tersebut, Hasilnya untuk perempuan, rata-rata wajah yang dinilai ideal adalah Emma Stone atau Natalie Portman dengan alis tebal, wajah berbentuk hati dan bibir yang penuh. Chris mengatakan studi ini menunjukkan anggapan orang Inggris tentang lambang keindahan pada manusia. Tentu saja mereka memilih dua sampel tersebut yang memiliki tampilan ras Kaukasian atau berkulit putih. Hal ini terjadi karena survei dan profil dilakukan di Inggris, yang tidak memiliki ras atau etnis yang beragam dibandingkan dengan bagian lain dari dunia. Menurut Chris Sangat penting untuk dicatat bahwa ini adalah wajah ideal menurut orang-orang yang tinggal di Inggris, sehingga penelitian di Asia atau Afrika, misalnya, tidak diragukan lagi jika memiliki hasil yang berbeda.

            Jika demikian, maka saya ingin bertanya lagi, lalu apa sebenarnya cantik itu ? Berikut kisa seorang fotografer bernama Mihaela Noroc yang pernah melakukan perjalanan ke 37 Negara haya untuk mengabadikan potret perempuan dari negara-negara tersebut, Mihaela memotret ratusan perempuan di semua benua yang berbeda dan berharap bisa memberikan pandangan yang lebih baik tentang bagaimana keindahan melintasi perbatasan budaya, dari hasil pemotretan perempuan dari berbagai benua tersebut Mihaela mengatakan satu kalimat sederhana “Kecantikan ada dimana-mana”. Kalimat Mihaela secara tidak langsung menegaskan sekali lagi bahwa “cantik” tidak bisa diukur.

       Dari beberapa survei diatas saya ingin sedikit mengulas mengenai konsep cantik, bahwa “cantik” itu bukanlah sesuatu yang bersifat mutlak, setiap orang pasti memiliki penafsiran tentang arti “cantik” berdasarkan kriteria-kriteria yang berbeda dari sudut pandang yang berbeda pula. Survei yang pertama dengan hasil 40 % responden mendefenisikan cantik berdasarkan pada fisik, ini merupakan hal yang wajar bahwa fisik merupakan hal pertama yang akan dilihat. Kemudian survei kedua oleh Chris dengan hasil yang sama diman kebanyakan orang Inggris mendefenisikan “cantik” berdasarkan pada fisik sebagai kriteria utama yang kemudian hanya berlaku di Inggris.

     Nah jika cantik itu ditafsirkan berdasarkan fisik, lalu pertanyaannya, apakah orang Afrika yang berkulit hitam itu jelek? Konsep kecantikan yang sering mengarah kepda fisik pada umumnya dipengaruhi oleh iklan media massa, bahwa “cantik” itu harus berpostur tinggi, bebadan langsing, rambut lurus berkilau, alis yang tebal dengan mata berwarna coklat, wajah bulat menyerupai jantung dan lainnya, sehingga tidak heran bahwa banyak dikalangan perempuan yang sibuk untuk tampil semaksimal mungkin menyerupai iklan-iklan media massa. Sebenarnya ini adalah mitos yang dikonstruksikan dengan tidak berdasarkan pada kenyataan atau realita yang akhirnya membuat orang lupa akan sebuah kecantikan yang sesungguhnya, seperti yang diungkapkan oleh Mihaela dalam karyanya The Atlas of Beauty “kecantikan bukan tentang usia, ras atau uang, tapi tentang menjadi diri sendiri”

Silakan kunjungi situs berikut untuk melihat karya-karya Mihaela
https://m.lakeybanget.com/welcome/detail/1065/the-atlas-of-beauty
Sekian dan terimakasih, semoga bermanfaat.


Daftar Pustaka

http://lifestyle.kompas.com/read/2017/06/14/135648020/apa.definisi.perempuan.cantik.

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150406095823-277-44398/definisi-cantik-dan-tampan-menurut-ilmuwan

https://m.lakeybanget.com/welcome/detail/1065/the-atlas-of-beauty

https://m.lakeybanget.com/

Andre Barros

About Andre Barros -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :