Iklan ADS

Friday, November 17, 2017

Andre Barros

Tarian Likurai

Budaya merupakan salah satu kebiasaan atau tradisi dari kehidupan manusia yang diwariskan dari generasi ke genarasi secara turun temurun, Budaya juga merupak cirikhas atau identitas suatu kelompok masyarakat. Budaya terbentuk dari banyak unsur yakni, Agama, Politik, Adat Istiadat, dan Karya Seni dalam suatu kelomppok masyarakat.

Tarian Likrai

Dalam artikel kali ini penulis ingin membahas tentang Tarian Likurai asal Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur (NTT), Tarian likurai merupakan sejenis tarian perang yang peragakan untuk menyambut para pahlawan yang baru pulang dari medan perang dengan membawa kepala musuh yang dipenggal.

Namun setelah kemerdekaan, tarian ini pun berubah fungsi, tarian yang dulunya untuk menyambut pahlawan yang pulang dari medan perang kini digunakan untuk menerima tamu-tamu penting, seperti kunjungan Bupati, Gubernur, Presiden, dan pejabat publik lainnya. atau upacara-upacara keagamaan.

Jumlah penari dalam memainkan tarian ini biasanya didominasi oleh kaum hawa dengan jumlah antara 8 sampai dengan 10 orang, dengan memakai busana khas asal daerah setempat yakni kain tenun asal Belu, dalam bahasa tentun biasa disebut "Tais".

Para penari ini biasanya menari sambil memukul gong dan gendrang, selain itu ada juga dua penari pria yang menari mengelilingi para penari perempuan, tarian ini diperagakan dalam durasi waktu yang tidak menentu, tergantung situasi yang dikonsepkan dalam suatu acara.

Andre Barros

About Andre Barros -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :