Iklan ADS

Wednesday, November 22, 2017

Andre Barros

Aktivis Pragmatis



Setelah beberapa hari saya mengalami satu masa yaitu puncak kemalasan dalam menulis, bukan karena tidak ada ide atau bahan refernsi, namun memang lagi malas saja untuk menulis, mungkin karena beberapa hari terakhir lumayan padat dengan beberapa kegiatan kampus yang sedikit menyita waktu dan perhatian, belum lagi ditambah persoalan-persoalan pribadi yang selalu datang sili berganti.

Ditengah-tengah rasa malas yang begitu tinggi tiba-tiba saya merasa seperti ada seseorang yang memaksa saya untuk menulis setelah melihat sebuah postigan dengan beberapa komentar yang terlihat sangat pragmatis di salah satu akun media sosial, tidak jelas siapa orangnya, tapi yang pasti saya kenal orangnya, tapi karena tidak jelas juga identitasnya maka saya memilih untuk mengabaikan hal tersebut, tapi, anehnya saya tidak bisa melakukan hal itu, yang ada dalam pikiran saya yaitu tulis, tulis dan segera tulis. Sepertinya ini perasaan saya saja yang mungkin terlalu sensitif dengan situasi beberapa bulan terakhir.

Atas dasar dorongan dari dalam hati untuk menulis inilah saya akhirnya kembali menarikan jari saya diatas papan ketik kumputer lapuk yang tidak tersentuh bebrapa hari ini, lumayankan bisa menghasilkan satu artikel, dari pada duduk dan diam seperti orang yang lagi menunggu kematiannya yang tinggal hitung menit saja.

Setelah melakukan perenungan atas apa yang saya amati dan saya baca, saya baru sadar akan kata-kata yang pernah saya dengar dari seorang dosen, bahwa, Orang-orang sekarang tidak lagi menggunakan suatu perkumpulan atau komunitas, atau pun organisasi untuk memperdalam ilmu pengetahun, membangun pola pikir, dan membentuk karakter, serta memperdalam kajian dan wacana khusunya bagi mereka yang manamakan dirinya aktivis, tetapi mereka memanfaatkan ruang itu sebagai tempat untuk bertarung argumen hanya untuk mencari siapa yang kalah dan siapa yang menang, dengan pemikiran-pemikirang yang tidak memiliki sumber serta analisis yang jelas.

Saya berpikir bahwa pernyataan itu benar apa adanya, hari ini para aktivis hanya berdebat kusir seperti bebek yang kelaparan di kandangnya, semua aktivitas mereka hanya sekedar untuk mecari sksistensi diri masing-masing, sebagiannya lagi haya memanfaatkan wadah untuk mencari popularitas, dan mencari massa untuk tujuan politik kepentingan, baik individu maupun golongan.


Ingat !!! Ambisi merupakan sifat yang positif, tetapi ambisi bisa membawa malapetaka bagi dirimu sendiri, begitu juga dengan percaya diri, itu merupaka hal terpenting bagi seseorang, tetapi ketika percaya diri itu melebihi batas kemampuanNya, maka bodohNya akan sangat terlihat dengan jelas.

Orang-orang seperti ini yang nantinya akan menjadi penerus-penerus  praktek kourupsi, karena dari dasarnya sudah tidak bisa belajar untuk melihat persoalan dengan jernih, pragmatis dalam berpikir, maupun bertindak. tidak independen dalam berpikir untuk mengambil sebuah keputusan.




"Apakah dengan mengatakan kebenaran aku harus menjadi musuh Mu"? Prof Sahetapy.

Andre Barros

About Andre Barros -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :