Iklan ADS

Friday, October 6, 2017

Andre Barros

Pers dan Empat Teori Pers


Pengertian Pers


www.google.com

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai teori pers, alangkah lebih baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu pers, dan apa fungsinya. Kata Pers berasal dari bahasa Belanda, yang disebut dalam bahasa Inggris Pres, pers secara harafiah artinya cetak dan maknawiah berarti penyiaran yang tercetak.

Dalam perkembangannya pers memiliki dua pengertian, yakni pers dalam pengertian luas dan pers dalam pengertian sempit, pers dalam pengertian luas meliputi segala bentuk penerbitan termasuk media massa elektronik, sedangkan pers dalam artian sempit hanya terbatas pada media massa cetak, antara lain surat kabar, Majalah, Tabloid, dan lain sebagainya.

Pers juga memiliki beberapa fungsi antara lain, Menyiarkan Informasi (to inform), Fungsi ini merupakan fungsi yang paling utama bagi pers, karena khalayak sebagai mahkluk sosial senantiasa membutuhkn informasi, baik itu tengatang dirinya, orang lain, dan lingkungan sekitar.

Mendidik (to educate), Dalam artian pers sebagai sarana pembelajaran bagi khalayak, bentuk informasi yang dipublikasi harus mengandung nilai pengetahuan, sehingga bisa menambah pengetahuan pembaca.

Menghibur (to entertain), Dalam memberikan informasi, pers harus menyajikan informasi yang sifatnya menghibur khalayak, seperti Cerpen, puisi, teka-teki dan lain sebagainya.

Mempengaruhi (to influense), dengan tujuan untuk mempengaruhi khalayak, dengan informasi-informasi yang sifatnya mendidik dan menghibur, walaupun pers saat ini lebih mementingkan keuntungan.

Teori Pers.

Ada empat teori tentang pers yang ditulis Siebert, peterson, dan Schramm ( dalam Budyatna 2005 : 16) Jurnalistik Teori dan Praktek yaitu:

Authoritarian Theory,Teori ini di akui sebagai tori pers tertua yang berasal dari abad 16, teori pers ini lahir berdasarkan falsafah kenegaraan yang membela kekuatan absolut, kebenaran hanya di percayakan kepada segelintir orang bijaksana yang mampu memimpin, inti dari teori ini adalah bahwa negara memiliki kedudukan lebih tinggi dari pada individu dalam skala nilai kehidupan sosial.

Libertarian theory (Teori pers bebas), Teori ini berkembang dan mencapai puncaknya pada abad 19, teori ini memandang manusia sebagai makhluk rasional yang dapat membedakan antara yang benar dan tidak benar, berkat toeri inilah yang menjadikan pers sebagai pilar ke 4 yang berkuasa setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif, Oleh karena itu pers harus bebas dari pemerintah dan tidak di intimidasi dan diinterfensi oleh pejabat-pejabat publik yang memegang kekuasan di lembaga pemerintahan.

Responsibility theory (Teori pers bertanggung jawab sosial), Teori ini lahir dengan adanya perkembangan media elektronik pada abad ke 20 dan kemudian menuntut media massa untuk memiliki sebuah tanggung jawab sosial karena teori ini memandang bahwa pers mutlak mendorong dekadensi moral, oleh karena itu perlu adanya pers dan sistem jurnalistik dengan menggunakan moral dan etika, dimana hari ini dikenal di Indonesia dengan kode etik jurnalistik.

Soviet Communist Theory ( Teori pers Komunis Soviet), Teori ini dipandang sebagai pembaruan dari dua teori diatas yakni Teori pers bebas dan Teori pers bertanggung jawab sosial. teori pers Komunis Soviet memandang bahwa pers dengan sepenuhnya mendukung sistem sosial soviet atau kepeda pemerintah, dan fungsinya membimbing masyarakat secara cermat agar jauh dari pengaruh-pengaruh luar yang dapat menjauhkan masyarakat dari cita-cita pemerintah.

Dari keempat teori yang telah dijabarkan diatas, seperti apakah praktek pers di Indonesia? Praktek pers di Indonesia lebih kepada teori pers bertanggung jawab sosial, Namun perlu diketahui bahwa keempat teori ini lahir berdasarkan perkembangan media, Politik, ekonomi dan sistem yang dianut oleh suatu negara serta ideologinya. Hal ini sesuai dengan falsafah pers bahwa nilai atau prinsip-prinsip yang dijadikan pedoman pers disusun berdasarkan sistem politik dan ideologi suatu negara serta nilai atau norma yang berkembang dalam masyarakat, dimana pers yang bersangkutan hidup, Contohnya teori komunis soviet, teori ini lahir berdasarkan paham komunis yang dianut oleh Soviet, juga teori pers Otoriter.

Teori ini lahir berdasarkan sistem kerajaan yang dianut oleh suatu negara dimana negara memiliki kekuasaan absolut dan kedudukan negara lebih tinggi dari pada individu dalam skala nilai kehidupan sosial, Selain menganut sebagian tero pers bertanggung jawab sosial, Pers di Indonesia juga berkembang sesuai dengan sisten demokrasi pancasila dan norma-norma yang berlaku di masyarakat, poin-poin inilah yang kemudian di susun untuk menjadi pedoman pers di Indonesia.

Andre Barros

About Andre Barros -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :

2 komentar

Write komentar