Iklan ADS

Tuesday, August 1, 2017

Andre Barros

Seorang Ibu yang diperkosa

Seorang Ibu yang diperkosa



72 tahun jika diibaratkan dengan manusia maka bukanlah usia yang muda, jika manusia berusia 72 tahun berarti ia hampir-hampir menuju rahim Pertiwi. 72 tahun hidup di Negeri yang kaya raya akan hasil alamnya tapi masyarakatnya miskin terus dari masa kemasa, Negeri yang pernah disyairkan oleh koes Plus dalam sebuah lirik yang katanya “ Bukan lautan hanya kolam susu, kail dan jala cukup menghidupimu, tiada badai tiada topan kau temui, udang dan ikan menghampirimu”.

Negeri yang kita juluki dengan nama seorang Ibu, yakni pertiwi. Namun, sayangnya pertiwi diperkosa hingga kering kerontong didepan anak-anaknya dan mereka malah menikmati, sedikitpun tatapan mereka tidak sama sekali menunjukan belaskasihan mereka terhadap sang Ibu. Mereka-mereka yang terpilih oleh saudara-saudara mereka sendiri untuk memegang kendli atas harta kekayaan sang Ibu, tapi mereka malah menjualnya kepada tangn-tangan para pemburu rente yang tidak berperi kemanusiaan. Mereka berpesta pora diatas penderitaan saudara-saudara mereka yang harus menderita karena tidak kebagian harta sang Ibu.



Mereka tidak berpolitik untuk memperjuangkan keselamatan sang Ibu dan saudara-saudara mereka, tapi mereka berpolitik untuk menyukseskan kepentingan para pemburu. Ideologi besar yang lahir karena peradaban mereka malah diinjak-injak diatas perut pertiwi, mereka lebih mengagung-agungkan Ideologi asing yang lahir karena peradaban yang tidak berperi kemanusiaan dan tidak berkeadilan.

Mereka mengatasnamakan Pancasila untuk berkoar-koar seperti orang gila dipinggir jalan dikala musim pesta Demokrasi hampir tiba, semua itu hanya demi kepentingan mereka dan golongan mereka. Mereka berteriak dengan suara lantan dengan tangan mengepal didepan saudara-saudara mereka sendiri, “ Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” tapi di belakang mereka saling berbisik, bahwa sesungguhnya keadilan sosial hanya untuk istri dan anak-anak mereka.

Wahai... pertiwi, jika suatu saat orang-orang ini berpulang kembali kedalam rahim mu, maka jangan engkau sediakan tempat bagi mereka, tetapi muntahkan mereka kedalam api neraka yang bernyala-nyala seperti belerang, karena mereka tidaklah pantas mendapatkan tempat dalam rahimmu, mereka juga tidak pantas disebut sebagai leluhur dibangsa ini. Mereka telah merusak harkat dan martabat mu dimata dunia, harga dirimu diperjual belikan demi kesejahteraan mereka.





Andre Barros

About Andre Barros -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :