Iklan ADS

Friday, July 14, 2017

Andre Barros

Sejarah Perkembangan Jurnalistik

Sejarah Perkembangan Jurnalistik




Istilah jurnalistik berasal dari kata Journal (Inggris) yang artinya catatan harian mengenai suatu peristiwa atau kejadian, kata journal berasal dari kata latin yakni Diurnalis artinya harin atau tiap hari.dari beberapa asal usul kata ini lah kemudian muncul istilah baru yang sekarang kita kenal dengan istilah jurnalistik.

Ilmu jurnaalistik pertamakali diajarkan disalah satu perguruan tinggi yakni universitas Bazel, Swis, 1884 dengan bahasa jerman Zeitungskunde yang artinya pengetahuan dibidang persuratkabaran, Zeitungskunde pertama kali dikenalkan oleh seorang pakar ekonomi bernama Karl Bucher (1847-130), setelah sistematika, metode riset dan peristilahannya disempurnakan dan objek studinya dipertajam kemudian diajarkan secara luas dibanyak universitas, dan namanya diubah menjadi Zietungswissenschaft.

Seiring berkembangnya ilmu persuratkabaran pada saat itu dimana dibarengi dengan adanya penemuan media elektronik seperti radio dan televisi sebagai media komunikasi, dan semakin menambah objek studi yang kompleks, oleh karena itu pada tahun 1930 muncullah perdebatan dikalangan para ahli tentang nama persuratkabaran yang mulai beralih ke nama publizistik, bayak pakar yang dalam pedebatan itu lebih mengarah kepada nama publizistik.

Publizistik berasal dari bahasa latin yakni Publicare yang artinya mengumumkan dalam bahasa jerman disebut Publizieren yang akhirnya menjadi sebutan bagi ilmu publistik.

Walter Hagemann dalm bukunya grundzuge der Publizistik (1947) yang dikutip Ton Kertapati dalam Barus Wiliam Sedia: Jurnalistik Petujuk Teknis Menulis Berita(3:2010) “Publistik ialah suatu pengajaran tentang pernyataan umum mengenai isi kesadaran yang aktual” (ist die lehre von der offentichen aussage aktueller bewustseinsinhalte), selain itu, Adinegoro (Toko pers Indonesia) dalam bukunya Publisistik dan Djurnalistik (1961) Dalam Barus Wiliam Sedia: Jurnalistik Petujuk Teknis Menulis Berita (3:2010) “ Publistik ialah ilmu pernyataan antarmanusia yang umum dan aktual serta bertugas menyelidiki secara ilmiah pengaruh pernyataan itu mulai dari ditimbulkan orang sampai tersiar dalam pers, radio, dan sebagainya serta akibatnya bagi sipenerima pernyataan itu.”

Namun setelah perang dunia II selesai terjadi beberapa perubahan dalam duani Publizisstik terutama di America Serikat (AS) yaitu penyalahgunaan ilmu Publizistik sebagai alat propaganda Nazi atas kepemimpinan Adolf Hitler.

Awalmula Praktek Jurnalistik

Pada umumnya banyak literatur jurnalistik yang menyebutkan bahwa praktek jurnalistik pertama kali ialah Acta Diurna, diterbitkan pada zaman Julius Chesar (60 SM) dimana praktek kegiatan jurnalistik berkisar pada hal-hal yang sifatnya informatif terutama kepentingan kerajaan Romawi dalam menyampaikan informasi berupa pengumuman tentang peristiwa-peristiwa seputar kerajaan.

Namun jauh sebelum itu ketika kertas belum ditemukan oleh China orang telah menulis di Daun Papirus terutama di Roma, Mesir, dan Yunani, selain menulis di daun juga di kulit kambing dan lembu hingga ditemukan kertas oleh seorang pegawai istana Kaisar Ho Ti, dan cukup lama bangsa China merahasiakan cara pembuatan kertas kepada dunia.`

Teknik pembuatan kertas baru dikenal orang Eropa pada abad 12 dan mulaih tersebar kertas secara luas, hingga surat kabar tertulis pertama diterbitkan di Vanesia dan Roma sekitar abad pertengahan yang disebut dengan Gazetta.

Kemudian pada tahun 1450 seorang ilmuwan asal jerman bernama Johann Gutenberg menemukan mesin cetak dan mulaih muncul istilah Press yang sampai hari ini di Indonesia dikenal dengan Pers. Walaupun mesin cetak telah ditemukan, namun surat kabar baru dicetak pada abad 17 di Staarburg pada tahun (1400-1468) dengan nama relation oleh Johan Carolus, dan mulai disusul negara-negara lain di bagian Eropa antara lain Belanda (1618) surat kabar Courante Van Uyt Italien Duytshlandt ec yang diterbitkan oleh Casper Van Hilten. Dan surat kabar lainnya yaitu Tydinghen Uytverscheyde Quartihen pada tahun (1618-1619), kemudian disusul oleh inggris pada tahun (1622) yaitu surat kabar Currant of General News oleh Nicolas Bourne dan Thomas Acher.

Menyusul lagi prancis pada tahun 1641 menerbitkan surat kabar pertama dengan nama Gazette de france penerbitnya adalah seorang dokter bernama Theopraste Renaudof, surat kabar ini adalah milik pemerintahan Raja Louis XIII dan Kardinal Richeliu. Theopraste juga mendirikan biro iklan dengan nama Bereau daddresses. Sedangkan di Italia surat kabar tercetak pertama diterbitkan pada tahun 1626 dan di jerman sebelum tahun 1640 dijumpai 24 surat kabar tercetak mingguan.

Demikian ulasan singkat mengenai sejarah dan perkembangan Jurnalistik surat kabar atau median cetak, dan jangan kemana-mana, nanti sejarah perkembangan jurnalistik di Indonesia di artikel berikutnya bersama saya Andre Barros di www.brrosandre.com

Daftar pustaka

Barus, Willing, Sedia, Jurnalistik Petujuk Teknis Menulis Berita, Jakarta : PT Erlangga, 2010.
Budyatna, Muhammad, Jurnalistik Teori dan Praktik, Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2014 .
Suryawati, Indah, Jurnalistik suatu pengnatar Teori dan Prakti, Bogor : PT Ghalia Indonesia 2011.

Andre Barros

About Andre Barros -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :