Iklan ADS

Monday, July 10, 2017

Andre Barros

Peran logika Dalam Melihat Cinta





Asmara seolah seperti kapal pasiar yang lupa dengan dermaga, begitulah ketika seseorang sedang mabok asmara, ia akan menuruti perasaan maboknya tanpa pertimbangan, segala sesuatu akan terlihat baik dimatanya, tidak peduli apa kata orang.

Perasaan mabok ini kadang mendorong seseorang hingga menjalin hubungan ke jenjang yang lebih serius tanpa melihat atau mengenali perasaannya dengan kritis, sehingga seringkali kita lihat di sekitar kita banyak orang-orang yang terjerumus oleh perasaan mabok asmara yang sifatnya hanya sementara tapi berani mendorong seseorang mengambil keputusan untuk hidup bersama dalam kurun waktu yang begitu lama, bahka seumur hidup, dengan harus melewati berbagai macam ketidakcocokan sepanjang waktu mereka setelah perasaan itu hilang, bahkan ada yang memilih bercerai setelah menikah dan mencari pasangan baru, semua ini karena orang sering menuruti perasaan mabok asmara dan mengabaikan logika, walaupun Agnes monica mengatakan dalam syair lagunya bahwa “cinta kadang-kadang tak ada logika”.

Percaya atau tidak Logika memliki peranan penting dalam dunia asmara, Ketika jatuh cinta, seseorang seharusnya memperhatikan atau mengenali seperti apa jenis perasaan yang ia rasakan, hal ini terlihat sederhana tapi ketika diabaikan maka akan membawa masalah yang serius, karena cinta tidak hanya sebatas pada saling suka satu sama lain, cinta tidak hanya fokus pada keindahan atau kecantikan, cinta juga tidak sebatas pada dorongan seks, karena semua ini sifatnya sementara, pertanyaannya mampukah seseorang bertahan untuk hidup bersama setelah faktor-faktor yang mendorongnya jatuh cinta semuanya lenyap? Jika ia, maka saya yakin ia pasti melewatinya dengan penuh penderitaan, dan salah satu faktor yang membuatnya, bertahan mungkin saja karena ajaran agama, hukum, dan adat istiadat dalam suatu lingkungan masyarakat dimana seseorang itu berada.

Namun jika demikian bahwa cinta tidak hanya sebatas pada beberapa unsur yang disebutkan diatas, lalu pakah cinta itu? Dari dulu hingga sekarang sepanjang hidup saya hingga saat artikel ini ditulis saya belum mandapatkan defenisi yang pasti tentang cinta, Cinta sebenarnya hanyalah emosi berupa perasaan tertarik, kagum, simpati,empati, dan seks yang kadang dirasakan oleh seseorang secara berlebihan dan mendorongnya untuk mengungkapakannya baik itu dengan kata-kata maupun tindakan, dan setiap orang pasti merasakan, juga mengalami cinta dari sudut yang berbeda-beda dan mengungkapkannya dengan cara yang berbeda pula. Walaupun begitu tetap ada defenisi tentang cinta dari beberapa pakar seperti Abraham Maslow, Carl Rogers, Eric Fromm dan tidak perlu saya uraikan defenisi mereka, silakan simpulkan apa itu cinta sesuai pengalaman anda.

Saya ingin mengajak pembaca untuk melihat cinta dengan logika bukan dengan perasaan, Contohnya anda jatuh cinta dengan seorang perempuan karena melihat kecantikan akan postur tubuhnya yang sangat menggairahkan, tahukah anda apakah jenis perasaan ini, dan dari mana datangnya, dan berapa lama ia akan bertahan? Sadar atau tidak anda tertarik karena dorongan seks atau dorongan zat Oxytocin, seperti diceritakan dalam bukunya Thomas Gary The Sacred search (185: 2000) Oxytocin adalah zat Neurokimiawi yang berhubungan dengan perasaan kasih sayang, kehangatan, ikatan dan keintiman, pada umumnya perempuan memiliki jauh lebih banyak zat ini dibanding laki-laki, namun kadang laki-lakipun mengalami kebanjiran zat ini dan mendekati tingkat Oxytocin perempuan dimana membuatnya lemah dan tidak ada kontrol, maka tidak salah lagi sering kaum perempuan kaget dengan ucapan-ucapan yang kadang dilontarkan pada mereka dengan tiba-tiba, “Aku mencintaimu” padahal barusan bertemu untuk pertamakalinya.

Zat ini biasanya tidak bertahan lama, dan orang yang memilih hidup bersama karena dorongan zat ini biasanya tidak akan tahan lama hubungan mereka.

Pada kesempatan ini saya ingin mengatakan bahwa, Jatuh cinta yang sebenarnya tidak ada satupun alat ukur atau barometer untuk dijadikan tolak ukur. Dan jatuh cinta juga tidak menjadi tolak ukur seseorang untuk menikah atau hidup bersama, karena jatuh cinta belum tentu nyaman dalam segala hal, oleh karena itu kenalilah perasaan anda dengan sebaik mungkin menggunakan logika agar anda tidak terjebak oleh persaan yang sifatnya hanya sementara.

Andre Barros

About Andre Barros -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :

4 komentar

Write komentar